Kamis, 24 Maret 2016

PAIN

 Aku merasa kamu ada dan kamu nyata, itulah kesalahan awal yang membuat aku melakukan kesalahan kesalahan berikutnya. Aku percaya kamu juga mencintaiku dan aku memberikan waktu waktu yang kupunya untuk membalas chatmu, untuk tertawa bersamamu diujung malam, untuk melewati hari hari bahagia bersamamu, untuk menceriatakan banyak hal kepadamu, untuk tidak melirik siapapun, untuk mengunci hatiku, untuk memfokuskan diriku padamu.Tapi, ternyata memang semua yang kau lakukan dengan "terlalu' akan menyakitimu dengan sakit yang "terlalu" juga.

Aku terlalu mencintaimu dan sikapmu yang aneh membuat hubungan kita renggang dan akhirnya retak bahkan hancur. Aku sadar seberapa beratnya menjalani tahap dimana kita tak lagi seperti sebelumnya.Kemudian, kamu memilih pergi semudah itu, seakan kita tidak pernah melewati hari hari menyenangkan, yang membuat aku bahkan enggan untuk melewatkan sedetik saja tanpa membaca chat-mu.

Setelah kamu pergi, aku harus menata ulang mimpi mimpiku dan melupakan semua mimpi yang pernah kita ucapkan berdua.Aku memaksakan diriku untuk lupa bahwa kita pernah menikmati indahnya kehidupan BALI berdua saja dan hanya ada desahan air yang mengalir di anatara hati kita.Aku memaksakan diri untuk lupa bahwa dulu kita pernah merencanakan sebuah pertemuan, ujung dari semua usahamu mengejarku dan perjuangan kita yang ternyata tidak akan pernah terwujud.

Tapi, seperti yang ku katakan, aku terlalu percaya padamu. Percaya bahwa kamu akan kembali, percaya kamu akan menatapku lagi, percaya bahwa entah bagaimana caranya kamu akan berkata rindu setelah puluhan hari kamu memutuskan pergi. Namun kenyataannya memang kamu tidak akan pernah kembali.

Kebodohanku berikutnya, dulu aku terlalu percaya padamu hingga pria lain yang mendekatiku hany aku anggap angin lalu. Aku pun sangat yakin bahwa kamu memang mencintaiku, tapi ketika kamu bercerita bahwa ada perempuan lain yang menjadi penyebabmu meninggalkank rasanya saat itu duniaku kembali menggelap.Jadi, seperti inikah laki laki yang aku cintai? Seperti inikah laki laki yang aku banggakan di depan teman temanku? Sebrengsek itukah laki laki yang pernah menyatakan perasaaannya hingga membuatku tersipu malu? Seperti inikah sesungguhnya sikapmu yang sebelumnya tidak pernah aku ketahui?

Padahal, tidak ada yang lain dan tidak pernah ada yang lain. Meskipun berkali kali kamu melihatku bermain bersama teman laki lakiku, nyatanya tanpa perlu banyak penjelasan pun kamu tentu sudah sadar bahwa semua chat yang berkata rindu dan sayang itu tidak pernah mengada-ada. Tidak pernah mengada-ada seperti alasanmu mengatakan bahwa aku lah yang meninggalkanmu terlebih dahulu. Kamu tidak pernah mengerti, aku bersembunyi pada perasaan yang terlihat baik baik saja tanpamu menutupi keadaan bahwa tanpamu hidupku masih bisa bahagia. Meskipun diam diam sebenarnya aku sangat berharap kamu kembali masuk ke dalam hidupku.

Kamu tidak pernah mengerti betapa hatiku harus remuk untuk yang kedua kali, ketika kamu hadir dan hanya menyebutkan kata kata yang membuatku benci. Mungkin aku hanya perempuan aneh yang berharap ada laki laki yang mengerti, setidaknya sedikit memahami bahwa ada cinta yang diam diam mengganggu tidurnya, bahwa ada rindu dan air mata yang tak lagi bisa ditahan, bahwa ada harapan untuk sebuah penyatuan.

Sungguh aku menyesal telah memperpanjang ketertarikanku menjadi cinta yang luar biasa untukmu, sungguh aku menyesal pernah mengulurkan tangan ketika kamu menawarkan perkenalan dan aku sungguh menyesal pernah berjalan sejauh ini bersamamu lalu kamu pergi semudah itu, seakan kamu tidak menyadari ada perempuan yang telah meninggalkan semua kesombongannya demi sampah sepertimu. Aku sangat membencimu. Aku sangat ingin menamparmu, mencaka wajahmu, menangis sekeras kerasnya sambil memukul bahumu, menjambak rambutmu dan berteriak didepan mukamu tentang apa yang aku rasakan selama ini.

Dan sampai kapan aku bisa berhenti memikirkanmu yang kini telah bahagia bersama perempuan pilihanmu itu jika kamu saja beberapa hari ini sangat sering menunjukkan wajahmu itu didepan kelasku hingga membuat ketertarikanku padamu semakin kuat dan rasanya tak bisa hilang...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar